Langsung ke konten utama

Muhasabah Diri 1



Wah, aku dapat rangking satu kelas!!

Wah, aku berhasil menang jambore tingkat provinsi tahun ini!!

Wah ini, wah itu, dan wah yang lain-lainnya 
               
Yah, kira-kira seperti itulah yang ada di benak kita ketika sudah mencapai target sementara yang kita inginkan. 
Tidak mungkin tidak, pasti dalam setiap dari diri kita mempunyai obsesi yang berusaha untuk kita capai. Obsesi itu entah berupa prestasi, dedikasi, mimpi, dan yang lain sebagainya. Nah, kalau kita udah mencapai obsesi yang kita raih, pasti akan muncul dalam hati kita rasa bahagia yang luar biasa terus lahir deh, kalimat-kalimat di atas.

Kita terkadang merasa sombong dengan diri kita yang sekarang, dengan apa yang kita miliki. Coba deh kita telaah kembali hati kita. Kalau kita sudah merasa bangga hanya karena kesenangan itu, memang kita sudah membanggakan di hadapan Sang Pencipta? Hafal semua pelajaran, emang kita udah hafal berapa juz? Faham soal-soal sulit, memang kita sudah paham berapa masalah agama? Rajin masuk les, kuliah, dll, memang kita sudah rajin sholat tahajud, sholat dhuha, sholat rawatib? Baca buku setiap hari, berapa halaman Al Qur’an yang sudah kita baca sehari? 

Pinter bukan cuma pinter otak tok, pinter tuh juga pinter hati. Percuma teori tapi hati tak mumpuni. Percuma prestasi tapi tak punya nurani. Lebih baik kalah tetapi dekat dengan Allah, lebih baik lemot tapi ibadah berbobot.

Ya tapi juga gak segitunya, sebagai muslim kan kita gak cuma kerjaannya ibadah tok kan. Wabtaghi fii maa ataaka Allahu-d-daaral akhiirah, wa laa tansaa nasiibaka minaddunya. Jangan lupa kewajiban kita di dunia yang sudah ditetapkan Allah, kalo laki-laki ya cari nafkah, perempuan ya membina rumah tangga. Cari nafkah tapi gak belajar ya gak bisa maksimal, sama juga mau mendidik anak kok gak sekolah, ya juga gak bisa maksimal.  

Lho, terus gimana dong kalau gitu?

Inget, kalau orang cuma cari dunia, ya dapetnya cuma dunia. Tapi, kalau kita cari akhirat, nanti dunia akan ngikut sendirinya. Makanya kalau mau cari dunia, jangan lupa ibadahnya, Dream, pray, and action. Yah, singkatnya, segala yang kita lakukan itu, harus berasaskan nilai ibadah. Caranya? Ya gampang aja lah, niatkan untuk Allah, Bismillah. Mau belajar, Bismillah, mau kerja, Bismillah, mau pergi, Bismillah. Gimana, gampang kan? Syukur-syukur kalau kita tambahin dengan pekerjaan sunnah-sunnah lainnya. Senggang pagi, sholat dhuha. Senggang sore, baca Qur’an. Senggang malam, sholat tahajjud. Kalo dilatih terus tiap hari, insya Allah nanti terbiasa, gak akan berat laksanakannya.

Terus yang gak kalah penting lagi nih, MUHASABAH. Inget apa aja yang udah kita lakukan, apakah sudah cukup segitu saja, atau masih ada yang kurang? Introspeksi diri sendiri tentang kekurangan kita sebagai seorang insan dan seorang muslim. Dan selalu niatkan untuk jadi lebih baik dari hari ini, dalam beribadah maupun muamalat.

Berbuatlah di duniamu, untuk akhiratmu kelak. Addunyaa daaru-l’amal, wa-l-aakhirah daaru-l-jazaa’. Obsesif itu perlu, tetapi jangan sampai termakan oleh obsesi itu sendiri. Cukuplah ia menjadi penyemangat kamu untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa Sih Galau? Definisi, dll. Buat yang lagi galau atau enggak

Galau ditandai dengan banyak melamun, ngunci diri di kamar sambil dengerin lagu-lagu mellow , anggap diri paling malang sedunia sehingga paling layak dikasihani, dan berharap ada keajaiban yang datang sebagaimana yang bisa dilihat di sinetron-sinetron korea. Ini dinamakan galau karena cinta, karena cinta bertepuk sebelah tangan. Tapi, nggak semua galau itu negatif kok.. Ada juga galau yang mesti dipelihara, galau yang positif. Galau yang menyelamatkan kita, baik di dunia atau di akhirat. Sekarang kita coba akan bahas jenis-jenis galau, dari yang positif, negatif, atau netral (gak jadi galau dong..)

Andi dan Piano

Pada suatu hari, ada seorang anak yang bernama Andi. Andi adalah anak yang rajin dan selalu membantu orang tuanya. Karena sifat rajinnya tersebut, Andi menjadi salah satu anak yang berprestasi di sekolahnya. Di samping itu, Andi pun juga memiliki hobi yang unik, yaitu bermain piano. Dia melatih hobinya tersebut sejak kecil, sampai sekarang, tangannya sudah semakin lihai bermain piano. Hari-harinya pun dia isi dengan alunan melodi dari alat musik yang besar itu.

Lima Menit

Siang hari itu adalah siang yang sangat panas. Sengatan terik matahari hampir membuat semua orang tidak mau keluar dari rumah mereka. Yah, hanya beberapa orang saja yang mendapat hidayah untuk pergi ke masjid pada waktu Dzuhur hari itu, dan Alhamdulillah, akulah salah satunya.